Jumat, 04 Oktober 2013

Jadi guru itu susah ya . . ??

Ternyata jadi guru itu susah yaa. .?  tak semudah main guru-guruan pas jamannya kecil dulu. Terlebih guru agama yang tidak hanya mengantarkan anak didiknya menjadi siswa-siswi yang berprestasi tapi juga berketuhanan dan berakhlak mulia. pada dasarnya semua orang bisa jadi pengajar tapi untuk jadi seorang pendidik itu susah banget. karena being teacher is not just teach, kita tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja tetapi juga mentransfer nilai dan norma yang diikuti dengan tigkah laku untuk selalu mengajarkan hal-hal baik untuk mereka.  jadi guru  juga gak cuman ngajar tapi juga harus kenal dengan anak didik kita dan menjadi bagian dari kehidupan mereka. ,

Dari pengalaman ppl yang baru berlangsung separuh perjalanan dan akan ana nikmatin sampai 1 bulan ke depan ana semakin merasa bahwa jadi mahasiswa PPL itu melelahkan tapi menyenangkan. Mengapa melelahkan? Karena sebelum masuk kelas seorang guru harus putar otak dulu untuk merencanakan metode dan model pembelajaran apa yang sesuai dengan materi dan kondisi siswa.  Dalam perencanaan kita kenalan dengan SILABUS dan RPP. SILABUS nampaknya pantas kalau disebut sebagai ibu kandung RPP, karena dari sinilah RPP itu disusun. Silabus itu semacam format analisis yang berisi SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar), kegiatan pembelajaran , materi, alokasi waktu,sumber belajar dan karakter siswa yang diharapkan. Nah kalau RPP itu agenda acara selama satu pertemuan, meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. didalam kegiatan inti ini ada yang namanya elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi. Ini semacam urutan acara seperti salam pembuka, penyajian materi dan penyimpulan.  Selain itu format penilaian juga ada disini. Daaaannn yang bikin semakin melelahkan lagi karena mahasiswa diminta membuat silabus dan RPP dengan tulisan tangan dan HARUS tulisan tegak bersambung,  Dilarang ada coretan apalagi pake tip-x. . alhasil nulis SILABUS/RPP pun bagaikan menulis surat cinta yang penuh dengan kehati-hatian dan gag boleh salah.. salah sedikt sajalangsung  remas dan buang ke tempat sampah… huft
tapiii, selain melelahkan, jadi mahasiswa PPL itu menyenangkan, bahkan sangat menyenangkan (ketika berpaling dari RPP dan sejenisnya) terlebih ketika kita dekat dengan anak-anak, dengar cerita mereka, melihat tingkah polah mereka, Mencoba mengenal karakter mereka yang jail, yang kocak, yang malu-malu, yang cerewet, yang jutek, yang ramah, yang ceplas ceplos dan berbagai keunikan lain. tingkah anak-anak itu bikin ppl kita makin seru, ya walaupun sesekali agak kesel juga dengan tingkah mereka, but we try to understand them an be a part of them.

maybe thats enough for today, next time ana bakal share lagi tentang cerita baru, tujuannya nulis ini cuman buat share aja kok. hope you will like it :)


0 komentar:

Poskan Komentar

Jumat, 04 Oktober 2013

Jadi guru itu susah ya . . ??

Diposkan oleh Aviani Nur Avivah di 09.55
Ternyata jadi guru itu susah yaa. .?  tak semudah main guru-guruan pas jamannya kecil dulu. Terlebih guru agama yang tidak hanya mengantarkan anak didiknya menjadi siswa-siswi yang berprestasi tapi juga berketuhanan dan berakhlak mulia. pada dasarnya semua orang bisa jadi pengajar tapi untuk jadi seorang pendidik itu susah banget. karena being teacher is not just teach, kita tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja tetapi juga mentransfer nilai dan norma yang diikuti dengan tigkah laku untuk selalu mengajarkan hal-hal baik untuk mereka.  jadi guru  juga gak cuman ngajar tapi juga harus kenal dengan anak didik kita dan menjadi bagian dari kehidupan mereka. ,

Dari pengalaman ppl yang baru berlangsung separuh perjalanan dan akan ana nikmatin sampai 1 bulan ke depan ana semakin merasa bahwa jadi mahasiswa PPL itu melelahkan tapi menyenangkan. Mengapa melelahkan? Karena sebelum masuk kelas seorang guru harus putar otak dulu untuk merencanakan metode dan model pembelajaran apa yang sesuai dengan materi dan kondisi siswa.  Dalam perencanaan kita kenalan dengan SILABUS dan RPP. SILABUS nampaknya pantas kalau disebut sebagai ibu kandung RPP, karena dari sinilah RPP itu disusun. Silabus itu semacam format analisis yang berisi SK (Standar Kompetensi) dan KD (Kompetensi Dasar), kegiatan pembelajaran , materi, alokasi waktu,sumber belajar dan karakter siswa yang diharapkan. Nah kalau RPP itu agenda acara selama satu pertemuan, meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. didalam kegiatan inti ini ada yang namanya elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi. Ini semacam urutan acara seperti salam pembuka, penyajian materi dan penyimpulan.  Selain itu format penilaian juga ada disini. Daaaannn yang bikin semakin melelahkan lagi karena mahasiswa diminta membuat silabus dan RPP dengan tulisan tangan dan HARUS tulisan tegak bersambung,  Dilarang ada coretan apalagi pake tip-x. . alhasil nulis SILABUS/RPP pun bagaikan menulis surat cinta yang penuh dengan kehati-hatian dan gag boleh salah.. salah sedikt sajalangsung  remas dan buang ke tempat sampah… huft
tapiii, selain melelahkan, jadi mahasiswa PPL itu menyenangkan, bahkan sangat menyenangkan (ketika berpaling dari RPP dan sejenisnya) terlebih ketika kita dekat dengan anak-anak, dengar cerita mereka, melihat tingkah polah mereka, Mencoba mengenal karakter mereka yang jail, yang kocak, yang malu-malu, yang cerewet, yang jutek, yang ramah, yang ceplas ceplos dan berbagai keunikan lain. tingkah anak-anak itu bikin ppl kita makin seru, ya walaupun sesekali agak kesel juga dengan tingkah mereka, but we try to understand them an be a part of them.

maybe thats enough for today, next time ana bakal share lagi tentang cerita baru, tujuannya nulis ini cuman buat share aja kok. hope you will like it :)


0 komentar on "Jadi guru itu susah ya . . ??"

Poskan Komentar